Assalamu'alaikum!

Blog ini berisi salinan dari pelajaran Grup Whatsapp MAHAR ( Muslimah Belajar )
yang dibimbing oleh Ummu Aiman Hafidzahallah
(Ma'had Ibnu Qayyim Balikpapan)
๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ’ฆ๐ŸŒธ๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐Ÿ’ฆ๐Ÿƒ๐Ÿ‚
               
           ๐Ÿ”ฐุญู‚ูˆู‚ ุฏุนุช ุฅู„ูŠู‡ุง ุงู„ูุทุฑุฉ ูˆู‚ุฑุฑุชู‡ุงุงู„ุดุฑูŠุนุฉ ๐Ÿ”ฐ
           
๐Ÿ”บ"Hak-Hak yang Dianjurkan kepadanya oleh Fitrah dan Ditetapkan oleh Syariat"๐Ÿ”บ

✏ Karya: Fadhilatu Asy Syaikh Al 'Allamah Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡

---------------๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ----------------

๐Ÿ“ Pertemuan ke-11 ๐Ÿ“
(Hak Para Anak - Bagian ke-3)

ุจِุณْู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†، ูˆุจู‡ ู†ุณุชุนูŠู†
ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
ุฃู…ุง ุจุนุฏ،

๐Ÿ’๐ŸŽDan sebagian manusia ada yang salah seorang anaknya lebih diistimewakan oleh kedua orang tuanya dalam hal kebaikan dan kasih sayang. Dia mengkhususkan pemberian (kepada anaknya) disebabkan keistimewaan yang dimilikinya dalam hal kebaikan. ๐ŸŽ๐Ÿ’

๐ŸŒ€๐Ÿฅ Akan tetapi hal ini tidaklah menjadi alasan pembenaran untuk mengkhususkan pada anaknya tersebut, anak yang memiliki kebaikan tersebut tidak boleh (dibedakan) dalam pemberian sebagai imbalan dari kebaikannya, karena balasan pahala kebaikan itu diserahkan kepada Allah, dan karena mengkhususkan anak yang baik tersebut dengan pemberian, akan menjadikan dia takjub dengan perbuatan kebaikannya dan menganggap dirinya memiliki keutamaan serta membuat anak yang lainnya akan menjauh dan mereka tetap di atas kedurhakaannya. ๐Ÿฅ๐ŸŒ€


๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ’ฆ๐ŸŒธ๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐Ÿ’ฆ๐Ÿƒ๐Ÿ‚
               
           ๐Ÿ”ฐุญู‚ูˆู‚ ุฏุนุช ุฅู„ูŠู‡ุง ุงู„ูุทุฑุฉ ูˆู‚ุฑุฑุชู‡ุงุงู„ุดุฑูŠุนุฉ ๐Ÿ”ฐ
           
๐Ÿ”บ"Hak-Hak yang Dianjurkan kepadanya oleh Fitrah dan Ditetapkan oleh Syariat"๐Ÿ”บ

✏️ Karya: Fadhilatu Asy Syaikh Al 'Allamah Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡

---------------๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ----------------

๐Ÿ“ Pertemuan ke-10 ๐Ÿ“

ุจِุณْู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†، ูˆุจู‡ ู†ุณุชุนูŠู†
ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
ุฃู…ุง ุจุนุฏ،

๐Ÿฅ๐Ÿก ✅ Dan di antara hak-hak para anak adalah berinfak kepada mereka dengan cara yang baik, tanpa berlebihan dan mengurangi. Karena yang demikian itu merupakan kewajiban (orang tua) terhadap anak-anaknya, dan juga merupakan bentuk kesyukuran atas nikmat yang Allah berikan kepadanya berupa harta. ๐Ÿก๐Ÿฅ

๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ’ฆ๐ŸŒธ๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐Ÿ’ฆ๐Ÿƒ๐Ÿ‚
               
           ๐Ÿ”ฐุญู‚ูˆู‚ ุฏุนุช ุฅู„ูŠู‡ุง ุงู„ูุทุฑุฉ ูˆู‚ุฑุฑุชู‡ุงุงู„ุดุฑูŠุนุฉ ๐Ÿ”ฐ
           
๐Ÿ”บ"Hak-Hak yang Dianjurkan kepadanya oleh Fitrah dan Ditetapkan oleh Syariat"๐Ÿ”บ

✏️ Karya: Fadhilatu Asy Syaikh Al 'Allamah Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡

---------------๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ----------------

๐Ÿ“ Pertemuan ke-9 ๐Ÿ“

ุจِุณْู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†، ูˆุจู‡ ู†ุณุชุนูŠู†
ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
ุฃู…ุง ุจุนุฏ،


๐ŸŒ  Hak yang Keempat : Hak Para Anak ๐ŸŒ 

๐ŸŽ’๐Ÿ‘› Anak-anak mencakup anak laki-laki dan anak wanita. Dan hak anak-anak ini sangat banyak. Di antara yang terpenting adalah mentarbiyah/mendidik mereka; yaitu menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak di dalam diri-diri mereka hingga menjadi bagian yang terbesar dari mereka. Allah Ta'ala berfirman,

‎{ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ู‚ُูˆุง ุฃَู†ูُุณَูƒُู…ْ ูˆَุฃَู‡ْู„ِูŠูƒُู…ْ ู†َุงุฑًุง ูˆَู‚ُูˆุฏُู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ูˆَุงู„ْุญِุฌَุงุฑَุฉُ }

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu" (Surah At Tahrim: 6) ๐Ÿ‘›๐ŸŽ’

๐Ÿ“๐Ÿ“ Dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

((ูƒُู„ُّูƒُู…ْ ุฑَุงุนٍ ูˆَูƒُู„ُّูƒُู…ْ ู…َุณْุคูˆู„ ุนَู†ْ ุฑَุนِูŠَّุชِู‡ِ، ูˆَุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ุฑَุงุนٍ ูِูŠ ุฃَู‡ْู„ِู‡ِ ูˆَู‡ُูˆَ ู…َุณْุคูˆู„ٌ ุนَู†ْ ุฑَุนِูŠَّุชِู‡ِ))

"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan ditanyai tentang kepemimpinannya. Dan seorang laki-laki itu adalah pemimpin  di dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya tersebut." (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim) ๐Ÿ“๐Ÿ“


ูƒุชุงุจ ุงู„ุฃู…ุซู„ุฉ ุงู„ุชุตุฑูŠููŠุฉ

๐Ÿ“ Hari       : Rabu
๐Ÿ“… Tanggal :  13 Dzulqo'dah 1438H /
                        05 Oktober 2016
๐Ÿ“ Pertemuan : ke-3


  • ู†ุงู‚ุต ูˆุงูˆ (Naaqis waawiy)

Huruf illahnya berada pada lam fiilnya, huruf illahnya yaitu huruf ูˆ.

Perhatikan contoh, pada urutan yang ketiga/mashdarnya.
ุบุฒุง   ูŠุบุฒูˆ   ุบุฒูˆุง
Ghaza, yaghzuw, ghazwan
Masuk pada lam fi ilnya huruf illah ูˆ.

Kita baca bersama:

ุบَุฒَุง Ghazaa
ูŠَุบْุฒُูˆْ Yaghzuu
ุบَุฒْูˆًุง Ghazwan
ูˆَ ู…َุบْุฒًุง Wa maghzan
ูَู‡ُูˆَ ุบَุงุฒٍ Fahuwa ghaazin
ูˆَ ุฐَุงูƒَ ู…َุบْุฒُูˆٌّ Wa dzaaka maghzuwun
ุงُุบْุฒُ Ughzu
ู„ุงَ ุชَุบْุฒُ Laa taghzu
ู…َุบْุฒًู‰ Maghzan
ู…َุบْุฒًู‰ Maghzan
ู…ِุบْุฒًู‰ Mighzan

Makna ุบَุฒَุง Ghazaa = Menyerang

๐Ÿ”ท Terjemahan :

๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฝ ุบุฒَุง Ghazaa : telah menyerang
๐Ÿ‘ˆ๐ŸฝูŠุบْุฒُูˆْ Yaghzuu :sedang/akan menyerang
๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฝุบَุฒْูˆًุง Ghazwan : penyerangan / serangan
๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฝูˆَ ู…َุบْุฒًุง Wa maghzan: penyerangan/serangan
๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฝูَู‡ُูˆَ ุบَุงุฒٍ Fahuwa ghaazin : penyerang
๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฝูˆَ ุฐَุงูƒَ ู…َุบْุฒُูˆٌّ Wa dzaaka maghzuwun : yang diserang
๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฝุงُุบْุฒُ Ughzu :seranglah!
๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฝู„ุงَ ุชَุบْุฒُ Laa taghzu : jangan engkau serang
๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฝู…َุบْุฒًู‰ Maghzan : tempat menyerang
๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฝู…َุบْุฒًู‰ Maghzan : waktu menyerang
๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฝู…ِุบْุฒًู‰ Mighzan : alat serang/alat penyerangan


ูƒุชุงุจ ุงู„ุฃู…ุซู„ุฉ ุงู„ุชุตุฑูŠููŠุฉ

Pertemuan ke-2
Rabu, 28 september 2016 / 26 Dzulhijjah 1437H


  • Mudho'af

Mudho'af pada pembahasan shorof adalah kata yang bertasydid.

perhatikan pada contoh:
ู…ุฏ
Madda = mengulurkan
Asal katanya ู…ุฏุฏ(madada)
Karena ada dua huruf dal, maka disatukan/dilebur dengan tasydid dan diberi harokat fathah, menjadi madda.


Perhatikan Tashrif:

ู…َุฏَّ - ูŠَู…ُุฏُّ - ู…َุฏًّุง - ูˆ ู…َู…َุฏًّุง - ูَู‡ُูˆَ ู…َุงุฏٌّ - ูˆَุฐَุงูƒَ ู…َู…ุฏُูˆุฏٌ - ู…ُุฏَّ - ู„َุง ุชَู…ُุฏَّ - ู…َู…َุฏٌّ ูข - ู…ِู…َุฏٌّ

Makna wazan:
- Madda (ู…َุฏَّ) » telah mengulurkan
 - Yamuddu (ูŠَู…ُุฏُّ) » akan/sedang mengulurkan
- Maddan (ู…َุฏًّุง) » penguluran
- Wa Mamaddun (ูˆَ ู…َู…َุฏٌّ) » penguluran
- Fahuwa mฤddun (ูَู‡ُูˆَ ู…َุงุฏٌّ) » pengulur
- Wadzฤka mamdลซdun (ูˆَุฐَุงูƒَ ู…َู…ْุฏُูˆุฏٌ) » yang diulur
- Mudda (ู…ُุฏَّ) »  ukurlah!
- Laa tamudda (ู„َุง ุชَู…ُุฏَّ) » jangan engkau mengukur
- Mamaddun (ู…َู…َุฏٌّ) » waktu mengukur
- Mamaddun ( ู…َู…َุฏٌّ) » tempat mengukur
- Mimaddun  (ู…ِู…َุฏٌّ) » alat mengukur